Untuk kali keseratus lima puluh juta
Mereka tanyakan engkau soalan yang sama
“Eh kenapa kau masih lagi mahukan dia?”
“Apa kau buta, apa kau pura-pura suka”
Di seratus lima puluh juta kali itu
Di depan semua i tarik tangan u
Yang sedang buat muka kosong tak ambil tahu
Sambil ketawa i bilang satu per satu
“u mungkin bengis seperti singa”
“Tapi u nangis tonton cerita Korea”
“u mungkin keras bila bersuara”
“Tapi u jelas, jujur apa adanya”
“Aku lagi kenal dia”
Dah lebih seratus lima puluh juta kali
Aku pesan padamu apa yang bakal jadi
Engkau dan aku ada mungkin tidak serasi
Engkau sangat manis, aku ini pula dawai besi
Di setiap seratus lima puluh jutanya
u pun dalam hati semacam tak percaya
Apa kau lihat pada aku jujurkan saja
Terus i cubit dagu u, sambil berkata
“sayang mungkin baran tak kira masa
tapi sayang tahan kalau yang salah saya
sayang mungkin saja keras kepala
tapi sayang manja bila kita berdua–
saya kenal sayang saya”
Buat apa dicerita
Bahagia kita rasa
Biar tak dipercaya
Peduli orang kata
Baju ronyok tak apa
Asal pakai selesa
Berkilau tak bermakna
Kalau hati tak ada
u lebih bengis dari sang naga
Tapi bisa nangis semata demi cinta
Suaraku keras tak berbahasa
Kerna aku rimas gedik mengada-ngada
u mudah baran tidak semena
Mana boleh tahan angin cemburu buta
Dan aku sengaja tunjuk keras kepala
u punya manja, i saja boleh rasa
Rahsia kita berdua..
Saturday, 28 August 2010
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
0 kisses:
Post a Comment